Sekolah yang penuh warna ,indah,damai dan gimana ya!! sulit untuk di ungkapkan.
Warna bumi SMK N2 Sragen atau sering disebut SMK twosra ini sudah sudah begitu membekas luka dihati saya. Biru yang berwibawa berbalut dengan semangat merah api yang membara. Di sekolahan ini saya banyak pengalaman yang berharga. Yaaa gimana tidak ... disini saya banyak digembleng mulai pelatihan Taruna,Pramuka dan organisasi lainya. Ohh ya.... aku juga mendapat teman-teman baru disini. semuanya baik,gokil,kompak.. ah pokoknya serruuu dehh..
saat pertama Taruna saya sangat kaget, karena saya belumm pernah di suruh push up,set up, back up. Pokoknya nyiksa. Tapi itu ada manfaatnya bagiku karena saya bisa belajar dari kesalahan ,meningkatkan kedisiplinan dan menghargai orang lain. Belum tau Taruna itu apa?
TARUNA
/ KETARUNAAN
SMA TARUNA NUSANTARA - MAGELANG
Senggol
tentang ketarunaan. Sekarang banyak Perguruan tinggi, SMA, dan SMK yang
Menganut Sistem Ketarunaan. Bahkan terdapat KABAR BURUNG SMK Negeri 2 Sragen
Akan Menganutnya Juga. Sebenarnya Apa itu Ketarunaan Dan Apa Tujuannya?
Ketarunaan
adalah sistem pendidikan di beberapa Perguruan tinggi, SMA, dan SMK. Ketarunaan
memiliki arti sebagai sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip militer
yang bertujuan untuk Membentuk Karakter. Tentu saja prinsip militer yang
diterapkan bukanlah militer murni, karena sebagian besar lulusan Perguruan
tinggi, SMA, dan SMK ditujukan untuk pegawai di lingkungan sipil, Perusahaan,
Milliter, dan Dunia Wirausaha. Namun, untuk sebagian PTK yang berorientasi
militer (contoh: Akmil, AAU, AAL), prinsip yang diterapkan murni militer, karena
lulusannya akan berkecimpung di bidang tersebut.
Membangun
karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak, akan
tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang
berkarakter pula. Dengan begitu, fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa
berkembang optimal. Oleh karenanya ada tiga pihak yang mempunyai peran penting
yaitu, keluarga, sekolah, dan komunitas.
Pembentukan
karakter ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, anak
mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu
memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kedua, mempunyai kecintaan terhadap
kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau
semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, anak tak mau mencuri, karena tahu
mencuri itu buruk, ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan.
Ketiga,
anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya. Lewat proses
sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Ia memulainya dari
cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya; tanggung jawab, kedisiplinan, dan
kemandirian; kejujuran; hormat dan santun; kasih sayang, kepedulian, dan kerja
sama; percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; keadilan dan
kepemimpinan; baik dan rendah hati; toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Tujuan
mengembangkan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Begitu
tumbuh dalam karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan
komitmenya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukannya dengan
benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Membangun karakter yang efektif,
ditemukan dalam lingkungan sekolah yang memungkinkan semua anak menunjukan
potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting
Ketarunaan memiliki
beberapa aspek, antara lain:
- Seragam yang
didisain khusus dengan atribut-atribut tertentu.
- Kerapian (rambut,
kerapian pakaian dan sepatu).
- Senioritas yang
tinggi.
- Kegiatan fisik yang
padat.
Perlu
diperhatikan bahwa tidak semua Perguruan tinggi, SMA, dan SMK semi militer
memiliki aspek-aspek di atas. Sebagian memiliki beberapa poin tertentu yang
dihilangkan, ataupun ditambahankan. Sebagai contoh, STIS merupakan PT semi
militer, namum tidak terdapat aspek kegiatan fisik dan asrama; Bea Cukai STAN
tidak terdapat aspek asrama; STSN memiliki seluruh aspek semi militer, dan lain
sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar